Home > Press > Kibif Masuk Bursa Januari 2019
Kibif Masuk Bursa Januari 2019 Wednesday, 09 January 2019 | Posted by admin

JAKARTA, PT Estika Tata Tiara Tbk (Kibif) menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 340 per saham. Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif pendaftaran dari OJK dan penetapan saham Perseroan sebagai Efek Syariah.


Perseroan berencana melantai di Bura Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Januari 2019. Produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi ini bakal menawarkan 376.862.500 saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga tersebut, perolehan dana IPO akan mencapai Rp 128.13 miliar.


Masa penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) berlangsung pada 2-4 Januari 2019. Dalam pelaksanaannya, Kibif menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas selaku penjamin emisi pelaksana efek. Perseroan juga akan menerbitkan 37,6 juta waran atau setara 2% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh saat pernyataan pendaftaran disampaikan. Rasionya, setiap 10 saham baru akan mendapatkan satu waran.


“Kami optimistis IPO Kibif bakal diserap pasar," ujar Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas John Octavianus, di Jakarta, baru-baru ini.


Optimisme itu, tambah dia, mengingat fundamental bisnis Kibif yang cukup bagus. Prospek bisnis daging olahan pun dinilai cukup menjanjikan. Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association / Nampa) memperkirakan, pada 2018, industri pengolahan daging nasional tumbuh 11,7% dibandingkan tahun 2017 menjadi 211.714 ton. Pertumbuhan itu lebih besar dari pertumbuhan nasional maupun industri secara umum. Sedangkan nilai penjualannya diperkirakan mencapai Rp 11,1 triliun.


Pada 2017, Kibif mencatatkan peningkatan pendapatan sekitar 7,14% dibandingkan 2016, yakni dari Rp 790,07 miliar menjadi Rp 846,49 miliar.


Sedangkan laba bersih meningkat sebesar 90% dari Rp 17,06 miliar di tahun 2016 menjadi 31,33 miliar di tahun 2017. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi produk-produk olahan Perseroan yang didukung oleh adanya investasi fasilitas pengolahan yang cukup besar sepanjang 2017.


Alokasi Dana IPO

Kibif akan mengalokasikan sebanyak 45% perolehan dana dari IPO untuk pengadaan bahan baku sapi hidup baik lokal maupun impor. Sebagian besar sapi ini akan digunakan sebagai bahan baku untuk industri pemotongan dan pengemasan serta industri pengolahan perseroan.


Selain itu, sekitar 25% dana akan digunakan untuk pembelian barang dagangan berupa daging, baik dari lokal maupun impor, serta produk olahan yang diproduksi oleh Perusahaan Anak.


"Sisanya, sekitar 30% dialokasikan untuk investasi penambahan kapasitas produksi perseroan, Investasi ini terutama bertujuan untuk memperkuat unit bisnis pengolahan dengan membangun pabrik baru di Subang dan Salatiga serta modernisasi pabrik di Cikarang,” ujar Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk, Yustinus Sadmoko.

Selain dari IPO, anggaran Capital Expenditure (Capex) juga akan diperoleh dari pendanaan bank dan leasing. Sehingga untuk 2019, perseroan menganggarkan capex sebesar Rp 100 miliar.


Produksi daging Kibif di antaranya adalah sosis, bakso, smoked beef, bockwurst, burger, daging sapi kemasan 1 kg dan 500 gr, serta produk terbarunya Kipao minipao. Produk tersebut merangsek pasar dengan mengusung sejumlah merek, antara lain, Kibif, Boss, Murato, Adell, dan Kipao.


Pasar utama Kibif adalah di dalam negeri dan menjangkau konsumen melalui pasar modern seperti Aeon, Foodhall, Hypermart, Indomaret, Lulu Hypermarket, dan Transmart Carrefour, pasar tradisional, distributor, industri serta food service (hotel, restoran, catering).


https://id.beritasatu.com/home/kibif-masuk-bursa-januari-2019/184209?

Form Login
Email: Password:
Form Forgot Password
Email: Password akan dikirimkan ke email terdaftar yang diinput diatas.